Bridging The Generation Gap – How ‘S.M.A.R.T’ are you?

Inovasi tingkat tinggi, kreatifitas, cepat tanggap, multitasker, berani berubah, Loyal, Disiplin, Komitmen dan konsisten merupakan sebagian dari nilai yang harus dimiliki oleh perusahaan saat ini apabila ingin terus bertahan di dalam persaingan bisnis. Semua berusaha untuk tampil beda, menciptakan diversifikasi bisnis baru dengan pangsa pasar berbeda. Banyak yang gugur, tetapi tidak sedikit pula yang berhasil.  Siapakah yang mempunyai nilai – nilai tersebut diatas? Semua tentu bisa memiliki, tetapi generasi mana yang sedang “On FIRE” ingin melakukan inovasi, kreatifitas dan yang lainnya? Itu yang perlu dicermati dengan seksama, dan seberapa intens kita bersahabat dengan mereka?

Untuk pertama kali dalam sejarah, 4 (empat) generasi bertemu dalam dunia kerja dan bekerja sama dalam satu tim. Berdasarkan teori-teori yang dikembangkan salah satunya di Amerika dan Eropa, kita hidup di 4 generasi yaitu Tradisionalis, Baby Boomer, Generasi X dan Generasi Y. Setiap generasi memiliki kekhasan-nya masing masing sesuai dengan nilai-nilai yang mempertajam hidup mereka: Sejarah, Ekonomi, Budaya dan Teknologi. Keempat aspek ini yang membuat karakter setiap generasi menjadi unik dan tertantang untuk mempelajari setiap individu yang ada.

Mari kita lihat di perusahaan anda masing-masing. Apakah masih ada ‘Traditionalis’ yang lahir terakhir tahun 1947? Kalau ada, maka bisa dipastikan perusahaan anda sudah bertahan puluhan tahun. Mereka yang masih berdedikasi sebagai Finding Father, Owner, Pemegang saham. Kesetiaan dan disiplin menjadi salah satu nilai terbesar ketika bekerja.

Lalu ada ‘Baby Boomers’ (1948 – 1963). Pengalaman kerja belasan hingga puluhan tahun menjadi bekal dari baby boomers untuk menjadi pemimpin yang luar biasa. Kerja kerasnya tidak perlu diragukan lagi, hasil didikan keras tradisionalis di era sesudah perang. Tidak heran, baby boomers adalah orang-orang optimis, idealis, dan ingin mendobrak aturan yang mengekang.

Kemudian, Generasi yang paling cepat mandiri dan independen, generasi yang saat ini paling banyak menduduki kursi di management perusahaan yaitu Generasi X (1964 – 1979). Kreatifitas dan  Inovasi banyak berkembang di era Gen X terutama di bidang teknologi. Internet yang paling terasa sampai saat ini, “Janganlah jarak menjadi penghalang” menjadi satu motto yang terkenal saat itu. Generasi ini bisa bekerja sendiri tanpa tim bila dia merasakan yang lainnya begitu lambat.

Dan “Last but not least” , The Young Generation yang memenuhi kursi-kursi di kantor, memenuhi ruang ide-ide cemerlang dan brilian, dan dapat diandalkan menjadi team player, Generasi Y. Disebut juga ’mobile generation’ karena mereka tidak bisa diam, harus bergerak, punya akal banyak agar hidupnya tidak membosankan.

Bagaimana cara bekerjasama dengan generasi-generasi ini? Apa strateginya agar tidak terjadi masalah seperti:

  • “Dia terlalu independen, tidak mau melibatkan tim!”
  • “workaholic, membuat tidak nyaman lainnya aja..”
  • “Bos kita suka memerintah tapi tidak mau terjun langsung!”
  • “Dasar anak muda, sering menghilang dan tidak ada komitmen!”
  • “Mereka tidak pernah mau mengerti!”

Kuncinya hanya satu: Komunikasi anda! Ya, komunikasi. Kata yang sering kita sepelekan karena sudah menjadi rutinitas sepanjang hari, kita berkomunikasi dengan banyak orang yang berasal dari latar belakang, budaya, karakter dan usia yang berbeda. Pertanyaannya, berapa banyak perbincangan yang anda lakukan sudah sesuai dengan harapan kedua belah pihak? Kalau memang lagi berkomunikasi dengan traditionalist ya jangan menggunakan email atau social media, lebih baik bertemu langsung. Sebaliknya bila brifing dengan Gen Y, cukup pakai pesan singkat, atau video conference, tidak perlu ke kantor dan lebih fleksibel.

Masih banyak lagi strategi yang bisa dilakukan dalam berkomunikasi antara generasi, tinggal kita mau memodifikasi atau menunggu.

NBO Indonesia menyajikan Generation S.M.A.R.T program untuk anda yang tertarik mengenal generasi di dunia kerja. Siapakah mereka, bagaimana cara menghadapi dan memodifikasi perilaku kerja sampai bersahabat dengan mereka.