Mastering Leadership Excellence: How To Become An Unstoppable Leader

Istilah “Pilih bos Anda, bukan pekerjaannya” ucapan salah seorang career coach yang memang bukan ungkapan semata.

Seperti apa supervisor Anda di kantor dapat memiliki dampak besar untuk perkembangan karier. Dan ketika Anda seorang leader yang hebat, Anda akan memotivasi tim untuk bekerja lebih keras, meningkatkan retensi, dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

“Good bosses make everybody’s life better.”

Bonny Simi, Presiden JetBlue Technology Ventures

Menurut Bonny Simi, Presiden JetBlue Technology Ventures, “Good bosses make everybody’s life better.”

Apalagi Leadership adalah skill yang dapat kita pelajari dan terapkan. Bagaimana menjadi seorang atasan terbaik? Lakukan dengan tips-tips berikut.

Leadership Practices

01

Rasa percaya adalah fundamental

Masukan yang jujur dan percakapan yang sulit dapat dilakukan jika ada rasa saling percaya antara atasan dan tim. Rasa percaya diperoleh dengan menindaklanjuti janji dan bertindak demi kepentingan tim.

02

Menghargai kehidupan pribadi

Memahami kehidupan anggota tim di luar pekerjaan membantu Anda mengenali kekuatan dan tantangan mereka serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif. Mencontohkan perilaku positif berkontribusi pada tempat kerja yang lebih sehat.

03

Mendengarkan dan bertindak

Atasan yang efektif meluangkan waktu untuk mendengar perspektif yang berbeda sebelum mengambil keputusan. Menciptakan lingkungan yang kolaboratif memberi anggota tim rasa dihargai dan terlibat.

04

Berikan rasa memiliki tujuan

Pemimpin yang baik mengingatkan tim mereka akan misi yang lebih besar di balik pekerjaan mereka, membuat mereka tetap terinspirasi dan fokus. Menghubungkan tugas sehari-hari dengan tujuan yang lebih luas akan membantu menentukan prioritas.

05

Rayakan kemenangan-kemenangan kecil

Mengakui dan menghargai kemenangan kecil di sepanjang jalan akan menumbuhkan suasana kerja yang positif. Ucapan terima kasih yang sederhana bisa sangat membantu dalam memotivasi dan meningkatkan semangat kerja.

06

Jujurlah tentang kebiasaan

Kesadaran diri adalah kuncinya. Memahami bagaimana gaya kerja seseorang dapat mempengaruhi orang lain dapat membantu mencegah miskomunikasi. Berbagi wawasan tentang kebiasaan kerja akan meningkatkan pemahaman dan produktivitas.

07

Bangun tim yang seimbang

Pertimbangkan dinamika dan keragaman antarpribadi saat merekrut anggota. Perpaduan perspektif akan meningkatkan kreativitas dan kinerja. Nilai keterampilan teknis dan soft-skill selama proses wawancara.

08

Berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi

Mengakui bahwa karyawan memiliki aspirasi karier di luar peran mereka saat ini. Dukunglah kekuatan dan motivasi mereka yang unik. Sesuaikan peluang untuk berkembang berdasarkan preferensi individu.

09

Delegasi dan lepaskan

Micromanage menghambat kemajuan. Mempercayai anggota tim untuk mengambil alih tanggung jawab atas pekerjaan mereka akan menumbuhkan kemandirian dan produktivitas. Mendelegasikan secara efektif adalah keterampilan penting bagi seorang atasan yang baik.

10

Tetapkan ekspektasi yang jelas

Komunikasikan gaya kerja dan ekspektasi sejak awal. Memahami cara terbaik untuk berinteraksi dengan anggota tim dan mendiskusikan culture of success sangat penting untuk kelancaran hubungan kerja.

11

Selesaikan masalah bersama

Alih-alih melakukan micromanage, berdayakan karyawan untuk menemukan solusi terhadap tantangan. Tawarkan panduan dan dukungan, namun biarkan mereka mengambil alih tanggung jawab untuk memecahkan masalah. Hal ini mendorong kemandirian dan pertumbuhan.

Singkatnya, Leadership atau kepemimpinan adalah skill yang dapat kita pelajari dan terapkan sambil berjalan. Perlu percobaan yang dinamis, karena berbagai macam latar belakang anggota tim kita. Bukan tidak mungkin, Anda ditinggalkan oleh anggota tim karena dianggap tidak memenuhi standar kriteria pemimpin bagi mereka.

Tetapkan ekspektasi yang jelas. Komunikasikan gaya kerja dan ekspektasi sejak awal. Memahami cara terbaik untuk berinteraksi dengan anggota tim dan mendiskusikan culture of success sangat penting untuk kelancaran hubungan kerja.

Selesaikan masalah bersama. Alih-alih melakukan micromanage, berdayakan karyawan untuk menemukan solusi terhadap tantangan. Tawarkan panduan dan dukungan, namun biarkan mereka mengambil alih tanggung jawab untuk memecahkan masalah. Hal ini mendorong kemandirian dan pertumbuhan.

Singkatnya, Leadership atau kepemimpinan adalah skill yang dapat kita pelajari dan terapkan sambil berjalan. Perlu percobaan yang dinamis, karena berbagai macam latar belakang anggota tim kita. Bukan tidak mungkin, Anda ditinggalkan oleh anggota tim karena dianggap tidak memenuhi standar kriteria pemimpin bagi mereka.

Leadership adalah skill yang dapat dipelajari, diuji, dan terus dikembangkan.

78%
of employees say learning programs improve engagement. Organizations with strategic L&D are 2.3× more likely to achieve better financial outcomes.
SHRM
Create Content That Connects.

Explore Other Workshop