Select Page

Pasar akan terus berubah. Dari dulu, semua bisnis harus beradaptasi apabila tidak mau kalah bersaing. Perusahaan perlu pemimpin-pemimpin yang dapat berperan sebagai penggerak roda kreativitas dan inovasi; orang-orang yang dapat membaca tren kebutuhan pelanggan yang terus berubah, sekaligus mencari peluang-peluang baru.

Tangan dan kaki manusia tidak akan bergerak tanpa sinyal dari otak. Begitu pula dengan sebuah perusahaan. Kembangkan pemimpin-pemimpin yang memiliki kreativitas dan inovasi agar bisnis Anda terus bisa beradaptasi di situasi apapun.

Thomas J. Peters, Penulis buku Bisnis Manajemen Praktis asal Amerika yang terkenal dengan bukunya ‘In Search Of Excellence’ mengatakan “Innovation must become every firm’s ‘Job One.’” Tidak bisa di outsourced, harus menjadi DNA setiap organisasi / perusahaan. Artinya, perusahaan yang tidak mengutamakan inovasi dan kreativitas sama saja hidup tanpa identitas. Dan tidak ada seorangpun yang nyaman untuk menjalin hubungan dengan seseorang/organisasi yang tidak jelas jati dirinya.

Menjadi kreatif, dan menciptakan lingkungan yang kreatif dibutuhkan elemen-elemen pendukung. Apa sajakah elemen tersebut? Karen Eriksen, dalam bukunya ‘Perfect Phrases for Creativity and Innovation’ menyimpulkan 10 Elemen yang perlu dimunculkan, yaitu:

1. Beliefs/Mindset. Percaya terdapat banyak jawaban ‘Answer Exist’, yang akan kita temukan dalam menghadapi tantangan menuju kesuksesan. Tidak perlu jenius untuk mendapatkan jawaban, kita semua bisa asalkan terus diberikan stimulus. Mulailah kebiasaan baru untuk brainstorming. Langkah awal adalah dengan utamakan kuantitas dibanding kualitas, yang terpenting dapat memunculkan kebiasaan mengeluarkan ide yang ada di kepala.

2. Ciptakan lingkungan (Environment) yang mendukung kreativitas tanpa batas. Contoh yang bisa dilakukan adalah dengan ‘one topic a day’. Bahas topik-topik menarik dan biasakan untuk berdiskusi lintas batas, untuk mengurangi kesan hirarki di perusahaan. Profesor Sidney Parnes, Akademisi dan co-founder International Center for Studies in Creativity setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi kreatif, asalkan diberi kesempatan dan lingkungan yang mendukung.

3. Temukan panggilan kita ‘Calling” sebagai pribadi yang kreatif. Hargai setiap ide yang muncul (respect) dan nikmati setiap momen yang terjadi. Rayakan dan ekspresikan setiap kemenangan kecil dalam setiap proses, hal ini akan menjadikan kegiatan yang menyenangkan.

4. ‘Valuing Ourselves’. Berikan identitas diri kita, yang menggambarkan respon yang akan kita berikan dalam proses kreativitas. Contoh; pribadi yang berani, percaya diri, berkomitmen total, mempunyai jiwa “mengapa tidak?”, percaya selalu ada harapan, berani untuk bermimpi dan menggapai dengan ‘passion’.

5. Menyadari kekuatan kolaborasi grup. Ingat pepatah Afrika, “If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.” Thomas Alfa Edison sang penemu dengan 1.093 paten atas nama dirinya, tetap memiliki tim peneliti dan ilmuwan yang bekerja siang dan malam bersamanya. 

6. Gunakan semua bagian otak (whole brain). Otak kiri pemecah masalah (logika, sistematika), tidak akan memunculkan inovasi. Butuh dilengkapi mesin baru yaitu otak kanan untuk ‘think out of the box’ bahkan ‘without the box’. Perkuat visualisasi gambar dan gerak, analogi cerita dan penjelasan pola-pola pemikiran.

7. Meningkatkan pemikiran yang berbeda (divergent thinking). Jangan pernah puas menerima suatu pemikiran yang nyaman. Tantang ide-ide dengan pertanyaan tajam dan menggelitik.

8. Melibatkan seluruh aspek diri kita, termasuk sifat kanak-kanak dalam diri ke  meja diskusi. Lihatlah anak-anak, mereka berkhayal tanpa batasan, melebihi logika yang semestinya. Adaptasi karakter mereka: selalu keheranan (rasa ingin tahu), suka dengan penemuan baru, eksplorasi dan 100% partisipasi.

9. Terbuka menerima perbedaan karakter, sifat, pengalaman, usia, gender dan perbedaan sumber informasi.

10. Percaya dan cinta pada proses kreativitas (Trusting in the process of creativity). Proses tidak akan mengkhianati hasil, semua ide-ide yang muncul memiliki nilai yang berharga.

Saat ini, kita semua sedang diuji secara alam untuk berinovasi dan mengeluarkan potensi kreativitas kita. Walaupun bekerja tidak di kantor, biarkan otak kita tetap bekerja bebas dalam berkarya. Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang.

Salam Sehat Selalu

Oky Adrianto
Senior Trainer