Select Page

Apakah Anda seorang yang kreatif? 

Menurut Anda, apakah Anda adalah seseorang yang kreatif? Yang menarik, kebanyakan orang akan mengatakan bahwa mereka tidak menganggap dirinya kreatif.

Sebagian besar orang menghubungkan kreativitas dengan kemampuan untuk bisa menciptakan sesuatu secara artistic, dan banyak yang merasa bahwa kemampuan tersebut bukanlah sesuatu yang mereka miliki. Pada kenyataannya, kreativitas tidak hanya terbatas pada kemampuan artistik seseorang, namun sebenarnya lebih dari itu. Kreativitas adalah penggunaan imajinasi atau ide-ide orisinal untuk mempertanyakan situasi status quo dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, kemampuan kreatif tidaklah selalu sama dengan kemampuan artistik. Manusia pada dasarnya terlahir kreatif, dan sama halnya dengan bentuk kecakapan lain, beberapa orang memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan orang lain dan ada yang memiliki tingkat keahlian yang lebih tinggi daripada yang lain.

Bila kita semua memang terlahir kreatif, lalu kapan tepatnya kita ‘kehilangan’ kreativitas alamiah tersebut? Ketika kita masih muda, sama halnya seperti anak-anak lain, kita dipenuhi dengan kreativitas. Teman bermain yang imajiner, permainan penuh khayalan, berpura-pura menjadi tokoh rekaan, lagu-lagu yang diciptakan sendiri, mencoba melakukan berbagai hal yang seharusnya sederhana (seperti makan, misalnya) dengan cara yang aneh, dan masih banyak lagi – ini adalah beberapa contoh hal-hal yang dilakukan anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas.

 

Kreativitas tidak hanya terbatas pada kemampuan artistik seseorang, namun sebenarnya lebih dari itu

Ketika kita beranjak dewasa, dunia menjadi terasa lebih terstruktur dan kita tumbuh menjadi manusia yang memandang hidup secara lebih rasional. Faktor-faktor lain seperti takut gagal atau khawatir membuat kesalahan, beban keharusan mencari nafkah agar bisa bertahan hidup, atau kelelahan fisik, seringkali menjadi penghalang bagi diri kita untuk mengeksplorasi ide-ide baru atau mengejar peluang unik yang tiba-tiba muncul. Rasanya lebih mudah untuk bertahan pada apa yang sudah kita ketahui daripada mencoba sesuatu yang baru dan berbeda yang berisiko salah.

Kreativitas di Tempat Kerja

Bagi organisasi, dalam dunia bisnis yang dinamis dan berkecepatan tinggi saat ini, kreativitas menjadi salah satu keahlian penting agar bisa bertahan.

Banyak perusahaan yang sangat menginginkan kemampuan melahirkan inovasi-inovasi yang mendobrak cara-cara lama, yang akan membuat mereka jadi pemimpin pasar. Salah satu alasan mengapa berpikir kreatif saat ini merupakan satu dari keahlian-keahlian yang dianggap berharga di tempat kerja adalah karena perusahaan membutuhkan orang-orang yang bisa menghasilkan solusi-solusi unik dan inovatif untuk menghadapi tantangan bisnis. 

Kreativitas memungkinkan kita untuk membuka pikiran dan memandang permasalahan yang ada dengan perspektif yang lebih luas.

Walaupun seseorang bisa terlahir dengan kemampuan kreatif dalam bentuk tertentu, pada saat yang sama kemampuan berpikir kreatif dapat dipelajari dan dikembangkan dalam satu kurun waktu; dan keahlian-keahlian yang diperlukan mencakup pemecahan masalah, menulis, seni visual, komunikasi, dan pikiran yang terbuka.

Bagaimana Agar Tetap Kreatif?

Beberapa dari kita merasa sulit untuk menjadi kreatif, terutama apabila kita terbiasa untuk mematuhi peraturan dan arahan yang diberikan oleh atasan. Ketika usia sekolah kita menjalani ujian-ujian terstandarisasi yang hanya memiliki satu jawaban benar untuk setiap soalnya. Tanpa disadari, kita juga punya kecenderungan untuk men’sabotase’ ide-ide kita sendiri dengan menganalisa dan menyensor ide-ide tersebut, dan menahan diri untuk tidak membiarkan ide-ide ‘liar’ mengalir dengan bebas. Seringkali kita menuruti suara-suara dalam diri yang mempertanyakan, mengkomentari, dan menjatuhkan ide-ide baru tersebut sebelum kita menyuarakannya ke orang lain. Tahukah Anda, bahwa semakin keras Anda berusaha untuk menjadi ‘kreatif’, maka semakin sulit untuk melihat bahwa apa yang Anda lakukan itu sebenarnya ‘sudah’ kreatif. Ketika kita berusia sangat muda, sebagai anak-anak kita melihat segala sesuatu dengan berbeda: kita lebih penuh rasa ingin tahu, sering mempertanyakan berbagai hal di sekitar kita, dan kita tidak punya rasa takut  untuk mencoba hal-hal baru atau melakukan sesuatu dengan cara berbeda. Dalam berpikir kreatif, kita perlu kembali menjadi seperti anak-anak, dan tidak takut membuat kesalahan.

Dalam bukunya – Design the Life You Love – Ayse Birshel membagikan beberapa cara agar Anda bisa menjaga agar kreativitas Anda tetap mengalir, dan Anda bisa menerapkan setidaknya salah satu dari cara tersebut setiap hari selama beberapa minggu mendatang:

  1. Gambarlah sesuatu setiap hari untuk ‘membangkitkan’ otak kanan Anda
  2. Milikilah satu kebiasaan kreatif yang menjadi penanda dimulainya waktu kreatif Anda
  3. Pikirkan satu hal yang Anda inginkan dan satu lagi hal yang Anda butuhkan. Keinginan dan Kebutuhan umumnya berlawanan, coba cari cara agar keduanya bisa tercapai.
  4. Ingatlah untuk bermain, atau bersikap playful. Ketika kita bermain, biasanya kita jadi terbuka terhadap ide-ide baru.
  5. Tentukan 3 hal yang sangat berarti bagi Anda yang ingin Anda lakukan/rasakan/pikirkan hari ini.
  6. Bicaralah dengan rekan kerja Anda untuk mendapat inspirasi dan membangun ide satu sama lain.

Akhir kata, ingatlah hal ini: satu-satunya yang menghalangi Anda untuk bisa kreatif adalah diri Anda sendiri!

 

     

    Maya Meilani
    Senior Trainer