GRIT to reach your Goal

 

Artikel kami sebelumnya membahas tentang pentingnya menciptakan visi untuk perusahaan dan 5 langkah dalam mencapainya. Masih ingat?

  1. Pilih visi dan gol yang memotivasi Anda
  2. Gunakan SMART goal (Spesifik, Mudah diukur, Akan dapat tercapai, Relevan dan Terbatas oleh waktu)
  3. Visi yang tertulis
  4. Terencana
  5. Tepat waktu

Kali ini kita membahas dari sisi yang berbeda, yang menurut kami juga sama penting dalam pencapaian visi. Kelima langkah pencapaian visi tidak akan sempurna apabila tidak dilakukan dari dalam hati (do it from the heart). Untuk itu, kita memerlukan karakter yang dapat menopang, agar tetap termotivasi dan tidak patah arang ketika di tengah jalan menghadapi tantangan dan rintangan. Karakter apa yang bisa kita maksimalkan di tim kita? Kami akan membahas mengenai “GRIT”. Pernah mendengarnya? Kalau “GRIT” adalah hal yang baru bagi Anda, jangan khawatir karena Anda tidak sendirian. Mari kita bahas dengan kalimat yang mudah dipahami.

Memasuki tahun ke-16 hadir di Indonesia dan 29 tahun di Dunia, Nelson Buchanan öostergard (NBO) dengan bangga memperkenalkan kepada seluruh karyawan mengenai “GRIT”, sebuah karakter yang menjadi akar keberhasilan NBO dan banyak perusahaan lainnya dalam melalui krisis global tahun 2017 lalu. Mengapa begitu penting?

Untuk membahas lebih dalam mengenai GRIT, ada satu pertanyaan terlebih dahulu untuk Anda. Masih ingetkah berapa IQ Anda? Pasti sebagian besar lupa, termasuk kami. Kalau lupa, dikira-kira saja apakah 120, 128, 100, 90? Seberapa tingginya IQ tidak menjadi masalah, karena ternyata menurut penelitian tingginya IQ seseorang tidak menjamin kesuksesannya di dunia kerja.

IQ (Intelegent Quotient) bisa sama, tetapi mengapa pencapaiannya bisa berbeda? Ada yang tidak sukses, ada yang bisa mencapai target bahkan lebih dari target yang ditentukan.

Selain EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient), keberhasilan seseorang dan keberhasilan perusahaan ternyata tergantung dari seberapa besar ketahanan diri untuk mencapai gol jangka panjang atau yang disebut GRIT.

GRIT merupakan ketahanan diri yang dimiliki seseorang untuk mencapai gol dan visi jangka panjang. Seorang pemerhati dan penulis dari artikel 5 Characteristics Of Grit — How Many Do You Have? Margaret M. Perlis menulis bahwa:

GRIT is powerful motivation to ACHIEVE Respective Objective. Many kids now, doesn’t have GRIT. Doesn’t have Perseverance and Passion for long term goal.”

Hal ini sangat relevan karena tenaga kerja terbesar saat ini berasal dari generasi jaman NOW atau The Millennials, generasi yang sangat brilian dan pintar tetapi kurang dalam ketahanan mental dan cepat bosan, jenuh dan menyerah.

GRIT sudah dimunculkan sejak tahun 1907, ketika William James, Bapak Psikolog Amerika dan pengajar psikologi pertama di Amerika Serikat mengadakan penelitian di lapangan, seberapa besar ketahanan diri seseorang untuk mencapai lebih dari yang diharapkan.

Tahun 2016, Angela Duckworth kembali memunculkan GRIT dalam sesi TED Talks nya. Menurutnya, seseorang bisa menjadi sukses besar dalam pencapaian gol nya karena dia memiliki GRIT yang sangat besar. Kami ambil contoh Steve Jobs dengan produk Apple. Dalam film Jobs yang menceritakan kisah hidup beliau, kita bisa merasakan betapa besar ketahanan Steve dalam melalui goncangan, kerugian, penolakan, kegagalan dari orang lain sampai pada akhirnya, Apple Products kini digandrungi oleh gadget freak di seluruh dunia. Contoh tersebut di Indonesia juga banyak, pribadi-pribadi dengan GRIT besar: Presiden Jokowi, Menteri Susi Pudjiastuti, Chairul Tandjung, Bob Sadino dan lainnya.

Bagaimana cara mengukur GRIT yang ada dalam diri Anda dan tim?

  1. Courage (Keberanian). Seberapa besar kemampuan Anda/tim untuk mengontrol ketakutan akan kegagalan. Bagaimana cara mengaturnya? Eleanor Roosevelt berkata, “…do something that scares you everyday…” courage atau keberanian seperti otot di badan kita, yang harus dilatih dan dibentuk setiap hari. Courage seperti bahan bakar untuk mengisi kadar GRIT dalam diri kita.
  2. Conscientiousness (Kesadaran diri). Mencapai tingkat kesadaran tinggi itu susah-susah gampang. Kesadaran diri butuh fokus dan konsentrasi tingkat tinggi yang dapat menjadi faktor utama bagi kita dalam memutuskan tindakan dengan cepat dan sesuai kebutuhan. Seringkali pikiran kita terganggu dengan hal-hal lain yang tidak berhubungan tetapi sangat mengganggu. Contohnya trauma masa lalu, keluarga, keuangan, permasalahan di kantor dan lainnya. Salah satu cara untuk melatih kesadaran diri adalah dengan membaca buku dengan suara keras atau belajar menyanyikan lagu yang susah untuk dinyanyikan.
  3. Long-term goals and Endurance (Gol Jangka Panjang dan Ketahanan). Buatlah gol jangka panjang Anda yang jelas dan spesifik. Bagi Anda yang sudah memilikinya, lihat kembali gol Anda, apakah masih menarik bagi Anda? Besarnya endurance (daya tahan) untuk tetap fokus tergantung dari seberapa konsisten Anda untuk berusaha dan melatih kemampuan diri. Angela Duckworth mengatakan bahwa pencapaian itu adalah hasil penggabungan antara talenta (skills) dan usaha, (TALENT x EFFORT) EFFORT = ACHIEVEMENT. 10.000 hours rules masih sangat relevan disini, yang dapat diartikan apabila kita ingin ahli/mahir dalam sesuatu hal, berlatihlah hal tersebut hingga mencapai 10.000 jam.
  4. Resilience (Ketahanan). Resilience is the ability of people, communities and systems to maintain their core purpose and integrity. Resilience dapat dicapai dengan tiga faktor yaitu Optimis, Percaya Diri dan Kreativitas. Individu yang memiliki GRIT, percaya bahwa “everything will be alright in the end, and if it is not alright, it is not the end. Don’t seek perfection but instead Strive for Excellence”.
  5. Excellence vs Perfection (Mutu Tinggi vs Kesempurnaan). Percaya dengan pendapat kalau Excellence itu adalah sikap, bukan tujuan akhir. Maka relakan diri Anda untuk menerima kekecewaan dan kegagalan, karena dengan hal tersebut kita memiliki pengukuran pasti untuk prioritas strategi perbaikan ke arah yang lebih baik.

GRIT, bagi NBO Indonesia menjadi sangat penting dan mengharapkan semua tim bisa memiliki jiwa GRIT yang besar. Always Do it with PASSION and PERSEVERANCE in everything we DO.

Bagi kami GRIT memiliki kepanjangan yaitu:

Guts; memiliki keberanian untuk melakukan perubahan dan terus berkembang.

Resilience; ketahanan diri seseorang dalam beradaptasi dengan segala permasalahan ringan hingga berat disertai dengan usaha keras, ketekunan (perseverence) yang membuat seseorang mampu menghadapi tantangan, dan mampu bangkit dari keterpurukan.

Initiative; selalu memunculkan tantangan-tantangan baru yang kompetitif dan menarik bagi tim. Membuat wadah agar ide-ide kreatif tertampung dengan diskusi rutin, war room, kompetisi, creative event dan lainnya

Tenacity; keuletan dan kegigihan seseorang dalam mempertahankan usahanya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya, sekalipun mengalami keterpurukan di dalam prosesnya.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk memunculkan GRIT dalam diskusi dengan tim, dan yakin usaha Anda akan lebih maju karena memiliki daya tahan dan daya juang yang tinggi. Sukses untuk Anda dan kita semua!

 

Oky Andrianto

 

Senior Trainer and Consultant

NBO Indonesia